Dolar dua minggu tertinggi, minyak US$107, pasar patok The Fed naik 93%
Yield 10 tahun tembus 5%. Rupiah Selasa pagi Rp17.667. FOMC Rabu. Houthis dan penundaan Hormuz menahan harga minyak.
Citra Lestari · Selasa, 15 September 2026 · 11.31 WIB · 198 rb pembaca

JAKARTA — Dolar mendekati level tertinggi dua minggu, Selasa. Minyak mentah sekitar US$107 per barel, puncak empat bulan. Yield Treasury 10 tahun tembus 5 persen, pertama sejak Oktober 2023. CME FedWatch: peluang The Fed naik suku bunga Rabu sekitar 93 persen — kenaikan pertama lebih dari tiga tahun, jika pasar benar.
Rupiah Selasa pagi Rp17.667 per dolar, menguat 2 poin. Bukan rally. Lukman Leong (DOO): ruang penguatan terbatas oleh minyak dan wait-and-see FOMC. Kisaran yang ia sebut: Rp17.600–17.700. IHSG, menurut MNC, masih rawan uji 6.290–6.370. Itu riset, bukan harga penutupan Selasa.
Yang menahan minyak
The Jakarta Post mengaitkan harga dengan serangan Houthi ke Arab Saudi dan penundaan pembicaraan Hormuz. Breakout tidak menulis FOMC sebagai keputusan. Yang kami tulis: harga, peluang yang dihitung pasar, dan rupiah pagi ini.
Breakout menyusun berita ini dari laporan terbuka The Jakarta Post dan CNN Indonesia. Kami tidak menulis rekomendasi saham.



