Timnas diuji di GBK: skuad muda, tekanan lama
Laga kualifikasi di Gelora Bung Karno jadi ujian pertama skuad yang dipangkas. Pelatih meminta tenang. Tribun, seperti biasa, tidak.
Raka Mahendra · Kamis, 10 September 2026 · 21.40 WIB · 215 rb pembaca

JAKARTA — Lampu stadion sudah menyala sejak sore. Di ruang media, pelatih Timnas menolak merinci formasi. Yang ia ulangi hanya satu kalimat: pemain muda harus bermain seperti orang yang sudah kalah dan menang di tempat yang sama.
Tiga nama senior absen karena cedera. Celah itu diisi pemain yang baru dua kali merumput di level ini. Staf pelatih menyebut itu kesempatan. Pendukung di luar pagar menyebut itu perjudian.
Tekanan yang tidak baru
Kalau menang, skuad muda itu jenius. Kalau kalah, pelatih yang salah memilih. Pola ini sudah berulang. Yang berubah hanya namanya.
Analisis Kilat soal rekam jejak lawan: lini tengah mereka lebih matang, tetapi rapuh di bola mati. Itu pintu yang akan dikejar. Masalahnya, set-piece juga jadi kelemahan Timnas di dua laga terakhir.
Tiket kategori 2 habis sejak kemarin siang. Polisi menertibkan pedagang di pintu selatan. Laga animo tinggi di GBK selalu membawa dua berita: yang di dalam lapangan, dan yang di luar.
