Dolar di tertinggi 17 bulan; imbal hasil Treasury 10 tahun sempat 5,344 persen, tertinggi sejak 2002
Jumat pagi imbal hasil itu di 5,249 persen. Euro US$1,1237, terendah sejak Mei 2025. Yen 158. Minyak Brent disebut mendekati US$100, bukan penutupan yang kami ukur.
Citra Lestari · Jumat, 2 Oktober 2026 · 11.10 WIB · 42 rb pembaca

SINGAPURA — Dolar AS menuju minggu ketiga berturut-turut menguat dan berada di level tertinggi 17 bulan, Jumat. The Jakarta Post, mengutip perdagangan pagi, menulis imbal hasil Treasury 10 tahun Kamis menyentuh 5,344 persen, tertinggi sejak 2002, lalu Jumat pagi di 5,249 persen. Euro di US$1,1237, dekat terendah sejak Mei 2025, dengan kekhawatiran fiskal Prancis disebut sebagai beban. Yen stabil di 158 per dolar setelah inflasi inti Tokyo September naik pada laju tercepat dalam 10 bulan.
Okezone, di Jakarta, menulis Brent mendekati US$100 per barel sebagai salah satu latar IHSG, bukan harga tutup yang kami salin. Breakout tidak mengubah "mendekati" menjadi harga resmi, dan tidak menulis The Fed sudah menaikkan suku bunga. Yang ada: imbal hasil, dolar, dan laporan pekerjaan AS yang masih ditunggu.
Yang bukan ramalan rupiah
Angka Treasury dan euro ini bukan proyeksi penutupan IHSG.
Breakout menyusun berita ini dari laporan terbuka The Jakarta Post. Foto: meja perdagangan kosong, rekonstruksi redaksi.



