Hari Batik Nasional: puncak "Batik Berlayar" di Surabaya; UNESCO mengakui batik pada 2 Oktober 2009
Bukan tanggal merah. Fokus Kemenperin dan Yayasan Batik Indonesia: daya saing IKM, transformasi digital, fesyen berkelanjutan. 20 Rabiul Akhir 1448.
Sari Wulandari · Jumat, 2 Oktober 2026 · 08.00 WIB · 27 rb pembaca

SURABAYA — 2 Oktober adalah Hari Batik Nasional. UNESCO memasukkan batik sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 2 Oktober 2009. RRI menulis puncak 2026 bertajuk "Batik Berlayar" di Dermaga Kapal Taman Prestasi, Surabaya, setelah diskusi 1 Oktober: "Batik Unlocked: Digital, Sustainable, and Resilient" dan "Core Memory in a Cloth". Kementerian Perindustrian dan Yayasan Batik Indonesia menaruh fokus tahun ini pada daya saing IKM batik, transformasi digital, dan fesyen berkelanjutan.
Tanggal ini bukan libur nasional. Kementerian Agama menaruh 2 Oktober bertepatan 20 Rabiul Akhir 1448 H. RRI, yang terbit sebelum pelantikan kabinet selesai dibaca pasar, juga menjadwalkan kuliah umum Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Kamis, Muhammad Sarmuji dilantik sebagai menteri perindustrian. Breakout tidak menulis siapa yang akhirnya naik podium hari ini.
Yang bukan
Ini kalender dan panggung industri, bukan laporan penjualan kain.
Breakout menyusun berita ini dari laporan terbuka RRI dan Detik. Foto: kain di meja, rekonstruksi redaksi.

