KTT ASEAN di Kuala Lumpur: Jakarta bawa agenda rantai pasok, bukan pidato
Delegasi Indonesia menolak agenda seremonial. Yang diusulkan: peta jalur logistik cadangan jika selat ramai perang dagang memanjang.
M. Iqbal Hakim · Selasa, 8 September 2026 · 08.40 WIB · 67 rb pembaca

KUALA LUMPUR — Di selasar hotel tempat delegasi menginap, yang dibicarakan bukan komunike. Yang dibicarakan adalah jalur. Jika ketegangan dagang memanjang, rantai pasok elektronik dan pangan di kawasan ini butuh pintu belakang, bukan siaran pers bersama.
Menteri luar negeri Indonesia menyebut usulan itu “praktis sampai membosankan” — dan justru itu yang diinginkan. Beberapa negara anggota lebih nyaman dengan bahasa umum soal perdamaian. Jakarta menekan agar ada lampiran teknis.
Bukan netralitas kosong
Posisi Indonesia tetap tidak memilih blok. Tetapi netralitas tanpa jalur cadangan, kata seorang pejabat, hanya enak di podium. Di pelabuhan, kapal tetap harus lewat suatu tempat.
Draft komunike yang dilihat Kilat masih lembut. Lampiran teknis masih kosong. Dua hari tersisa. Kalau lampiran itu gagal masuk, yang dibawa pulang hanyalah foto bersama — dan itu, di tahun seperti ini, dianggap gagal.



