Pipa Arab Saudi ditutup, Hormuz macet, minyak bertahan di atas US$100
Jalur East-West 1.200 km dihentikan setelah serangan udara. 4–5 juta barel per hari. Houthi menekan Laut Merah. Rupiah Rp17.585 per dolar.
M. Iqbal Hakim · Sabtu, 12 September 2026 · 12.40 WIB · 189 rb pembaca

JAKARTA — Selat Hormuz sudah macet. Jalur darurat Arab Saudi ikut mati. Kementerian energi Riyadh menutup pipa East-West 1.200 kilometer sebagai langkah hati-hati setelah serangan udara di wilayah Riyadh dan Madinah, Kamis pagi waktu setempat. Satelit merekam asap hitam di selatan Madinah. Siapa yang menembak: belum ditutup.
Pipa itu selama ini mengantar 4 sampai 5 juta barel per hari — kira-kira 4–5 persen pasokan dunia — supaya minyak Saudi tidak harus antri di Hormuz. Hormuz sendiri hampir sepi karena perang AS–Iran. Di sisi lain semenanjung, Houthi menekan Laut Merah.
Yang sampai ke pom bensin
Minyak dunia bertahan di atas US$100. Rupiah pagi ini lesu di Rp17.585 per dolar AS. Breakout tidak mengutip klaim pelaku serangan sebagai fakta. Yang kami tulis: pipa ditutup, volume yang biasa lewat pipa itu, dan harga yang sudah sampai ke Jakarta.
Breakout menyusun berita ini dari laporan terbuka The Jakarta Post. Klaim asal serangan dari Irak kami biarkan sebagai klaim; Baghdad memecat seorang komandan, itu fakta terpisah.



