Sabtu, 12 September 2026Live
BREAKOUTTerbaru · Terpanas
TerpanasEkonomi2 mnt

BI tahan suku bunga, rupiah merespons tipis di awal sesi

Bank Indonesia menjaga suku bunga acuan di level yang sama. Alasan utamanya: inflasi pangan masih liar, sementara aliran modal asing belum stabil.

Dimas Prasetyo · Jumat, 11 September 2026 · 06.05 WIB · 98 rb pembaca

JAKARTA — Rapat dewan gubernur Bank Indonesia memutuskan menahan suku bunga acuan. Keputusan itu sejalan dengan ekspektasi mayoritas analis, tetapi nada konferensi pers lebih keras dari biasanya soal harga beras dan minyak goreng.

Gubernur menyebut ruang pelonggaran belum terbuka selama inflasi volatile food belum turun ke koridor. Cadangan devisa cukup, tetapi aliran portofolio masih mudah berbalik jika The Fed memberi kejutan.

Yang ditahan, yang digerakkan

Suku bunga ditahan. Yang digerakkan adalah operasi pasar terbuka dan komunikasi ke perbankan soal kredit produktif. BI ingin likuiditas tetap mengalir ke dunia usaha tanpa membuka keran konsumsi yang bisa menaikkan harga lagi.

  • Suku bunga acuan: tidak berubah
  • Sinyal ke depan: data-dependent, bukan kalender
  • Fokus jangka pendek: pangan, nilai tukar, aliran modal

Rupiah bergerak tipis menguat di sesi pagi lalu mendatar. Dealer di pasar spot menyebut volume sepi — tanda pelaku menunggu data inflasi minggu depan, bukan bereaksi pada keputusan yang sudah diantisipasi.

Terkait