Sabtu, 12 September 2026Live
BREAKOUTTerbaru · Terpanas
Ekonomi2 mnt

Rp11 triliun untuk 200 juta rekening baru: inklusi keuangan atau daftar penerima bansos?

Setiap rekening disetor Rp50.000. Dukcapil siap buka data. Pertanyaannya: ini gerbang bank, atau gerbang bantuan.

Dimas Prasetyo · Kamis, 10 September 2026 · 16.40 WIB · 61 rb pembaca

JAKARTA — Pemerintah menganggarkan sekitar Rp11 triliun untuk membuka 200 juta rekening individu, masing-masing dengan setoran awal Rp50.000. Janji itu pertama kali diucapkan presiden pada Maret. Hari ini ia punya angka. Dukcapil menyatakan siap memperluas akses lewat data kependudukan.

Inklusi keuangan adalah bahasa kementerian. Bahasa warga lebih pendek: apakah rekening itu bisa dipakai menabung, atau hanya bisa dipakai menerima bansos. Lima puluh juta warga desil 1–5 sudah diumumkan sebagai penerima bantuan, dengan sumber dana yang baru dirinci pagi ini di kanal ekonomi.

Yang perlu dipegang

  • 200 juta rekening × Rp50.000 = Rp10 triliun, plus biaya operasional
  • Tanpa edukasi, rekening mati dalam tiga bulan
  • Data Dukcapil mempercepat onboarding — dan mempercepat salah sasaran jika kotor

Sumber: The Jakarta Post (regulasi) dan CNN Indonesia (ekonomi). Kilat akan menagih berapa rekening yang benar-benar aktif 90 hari setelah dibuka — itu satu-satunya metrik yang tidak bisa dipoles.

Terkait