Senin, 28 September 2026Live
BREAKOUTTerbaru · Terpanas

Mary Jane Veloso menerima pengampunan mutlak Marcos dan bertemu keluarga sebagai orang bebas

Grasi ditandatangani Jumat. Ia keluar dari lembaga pemasyarakatan wanita di Mandaluyong Jumat malam. Ditangkap di Yogyakarta 2010, hukuman mati, eksekusi ditunda 2015, dipulangkan 2024.

Dian Purnama · Sabtu, 26 September 2026 · 16.00 WIB · 112 rb pembaca

MANILA — Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. memberi pengampunan mutlak kepada Mary Jane Veloso. Ia mengumumkannya Jumat. Malam itu direktur jenderal Biro Pemasyarakatan Gregorio Pio Catapang Jr. melepas Veloso dari Correctional Institution for Women di Mandaluyong. Sabtu dini hari ia bertemu orang tua dan keluarganya, yang berangkat dari Cabanatuan, Nueva Ecija.

Veloso ditangkap April 2010 di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, setelah heroin ditemukan di kopernya. Pengadilan Indonesia menjatuhkan hukuman mati pada Oktober 2010. Ia mengatakan tidak tahu isi koper itu. Pada 2015 eksekusi ditunda menit-menit sebelum regu tembak, setelah lobi Filipina. Delapan terpidana lain tetap dieksekusi. Ia tinggal hampir 15 tahun di Indonesia, dipulangkan 2024, lalu menjalani sisa hukuman di Filipina karena Manila berjanji menuntaskan vonis Indonesia kecuali ada grasi presiden.

Yang ia katakan

Pada konferensi pers pertama, dikutip Philstar, ia berterima kasih kepada Marcos dan mengatakan yang ia minta hanya kembali ke keluarga. Breakout tidak menulis vonis Indonesia batal di pengadilan. Yang berubah adalah statusnya di Filipina: bebas, lewat pengampunan mutlak.

Breakout menyusun berita ini dari laporan terbuka The New York Times dan Philstar. Foto: jalan pagi, rekonstruksi redaksi.

Terkait