Kamis, 8 Oktober 2026Live
BREAKOUTTerbaru · Terpanas
TerpanasHukum2 mnt

Lima luka-luka setelah tabung LPG 50 kilogram meledak di rumah makan Pakuwon, Surabaya

Selasa sekitar pukul 07.45 di Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi. Polisi: bukan bahan peledak. Tiga tabung di lokasi, dua 50 kg dan satu 12 kg. Empat puluh satu bangunan terimbas. Penyebab pipa masih dugaan saksi.

Raka Nugraha · Kamis, 8 Oktober 2026 · 09.05 WIB · 91 rb pembaca

SURABAYA — Lima orang terluka dan puluhan bangunan rusak setelah tabung LPG 50 kilogram meledak di Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi, kompleks ruko Pakuwon City, Selasa sekitar pukul 07.45. The Jakarta Post menulis gelombang kejut terasa sampai sekitar 30 meter. Sekurang-kurangnya 41 bangunan terimbas, termasuk rumah di kluster dekat situ. Beberapa kendaraan yang parkir ikut rusak oleh serpihan.

Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar Luthfie Sulistiawan mengatakan pemeriksaan tidak menemukan bahan peledak. Saksi awal menunjuk kebocoran gas. Di lokasi ada tiga tabung: dua berkapasitas 50 kilogram dan satu 12 kilogram. Kebocoran, katanya, diduga dari pipa yang menghubungkan tabung ke kompor. Itu keterangan saksi yang ia sampaikan Selasa, bukan hasil laboratorium yang sudah terbit.

Yang belum

Tidak ada nama korban dan tidak ada kesimpulan akhir soal pipa.

Breakout menyusun berita ini dari laporan terbuka The Jakarta Post. Foto: jalan ruko pagi, rekonstruksi redaksi.

Terkait