Prabowo kumpulkan sekitar 800 perwira TNI dan Polri di Istana; rapat tertutup, tanpa daftar keputusan
Rabu pagi. Ia menyebut ini gambaran situasi menjelang tahun kedua pemerintahan. Tidak ada nama panglima baru dan tidak ada perintah yang dibacakan di luar istana.
Larasati Wijaya · Kamis, 8 Oktober 2026 · 08.20 WIB · 86 rb pembaca

JAKARTA — Sekitar 800 perwira TNI dan Polri dari seluruh negeri masuk halaman Istana, Rabu pagi, atas undangan Presiden Prabowo Subianto. The Jakarta Post menulis rapat itu tertutup, soal pertahanan dan keamanan. Di pembukaan, menurut siaran pers Sekretariat Presiden yang dikutip harian itu, Prabowo mengatakan ia sengaja memanggil mereka saat pemerintahan mendekati tahun kedua, untuk memberi gambaran situasi bangsa.
"I want to give an overview of the situation we face as a nation and as a country," katanya dalam kutipan bahasa Inggris harian itu. Judul harian memakai "memperketat cengkeraman". Yang ada di tubuh berita: undangan, jumlah perkiraan, dan satu kalimat pembuka. Tidak ada nama calon panglima, tidak ada mutasi yang diumumkan hari itu, dan tidak ada transkrip rapat tertutup.
Yang tidak kami tulis
Spekulasi panglima baru tetap spekulasi sampai ada surat keputusan.
Breakout menyusun berita ini dari laporan terbuka The Jakarta Post. Foto: aula kosong, rekonstruksi redaksi.



