Sabtu, 12 September 2026Live
BREAKOUTTerbaru · Terpanas

Sungai Barito menyusut, transportasi sungai Kalimantan berhenti di beberapa ruas

El Niño mengeringkan salah satu sungai terpanjang Kalimantan. Air bersih ikut seret. ISPA dan diare naik bersamaan — dua penyakit dari satu kemarau.

Sinta Maharani · Jumat, 11 September 2026 · 06.28 WIB · 54 rb pembaca

KALIMANTAN TENGAH — Bagian Sungai Barito yang biasanya jadi jalan raya kini jadi lumpur pecah. Perahu kayu kandas. Angkutan barang pindah ke darat yang juga berdebu. El Niño tahun ini, kata BMKG, termasuk yang paling keras dalam dekade: bukan hanya gagal hujan, tetapi gagal sungai.

Dinas kesehatan setempat menghitung dua kurva yang naik bersama: ISPA dari asap, diare dari air yang menyusut dan tercemar. Lebih dari 200 kasus diare tercatat di satu kabupaten dalam sebulan. Mitigasi yang dijanjikan adalah “kerja lebih keras”. Itu bukan rencana. Itu pengakuan.

Kalau sungai berhenti, yang berhenti bukan wisata. Yang berhenti adalah beras, solar, dan orang sakit yang harus ke ibu kota kabupaten.

Sumber terbuka Jakarta Post, 11 September. Kilat menambahkan konteks karhutla di halaman terpisah — dua berita ini satu kemarau, bukan dua coincidences.

Terkait