Sabtu, 12 September 2026Live
BREAKOUTTerbaru · Terpanas
TerpanasLingkungan2 mnt

139 orang ditangkap karena pembakaran, ISPA di wilayah karhutla melonjak dua kali

Riau 49 tersangka di 45 berkas, hampir 3.000 hektare. Walhi: 70 persen titik panas Kalimantan di dalam konsesi. Copernicus: emisi kebakaran Indonesia melonjak 429 persen.

Yoga Pratama · Jumat, 11 September 2026 · 08.16 WIB · 168 rb pembaca

PEKANBARU — Polisi mengumumkan 139 penangkapan terkait pembakaran lahan di seluruh Indonesia. Di Riau saja: 49 tersangka, 45 berkas, hampir 3.000 hektare. Sepuluh titik api masih menyala, sebagian sudah 10 hari. Pertanyaannya bukan apakah ada yang ditangkap. Pertanyaannya: apakah yang ditangkap adalah yang menyalakan, atau yang paling mudah dijemput.

Walhi mencatat 70 persen titik panas di Kalimantan muncul di dalam konsesi korporasi, sebagian besar gambut yang dikeringkan. Januari–Juli, SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat lebih dari 202.000 hektare terbakar. Copernicus, layanan iklim Uni Eropa, sempat menempatkan lonjakan emisi tujuh harian Indonesia 429 persen di atas rata-rata musim — nomor dua dunia setelah Rusia.

Yang dihirup, bukan yang di sidang

Infeksi saluran pernapasan di wilayah terdampak dilaporkan naik dua kali lipat. Di satu kabupaten Kalimantan, lebih dari 1.400 orang berobat ISPA sejak awal September. Sekolah dipendekkan. Hujan yang diminta belum datang. El Niño, kata BMKG, masih memanjang.

Sumber: The Jakarta Post 8–11 September, plus data SiPongi dan Copernicus yang dikutip di sana. Foto: editorial Kilat, bukan foto satelit.

Terkait