Hari ketiga: TNI AL perluas pencarian lima jurnalis di Selat Sunda
Speed boat hilang kontak di sekitar Anak Krakatau. KRI Kerambit turun. BMKG merilis cuaca saat insiden. Rompi pelampung ditemukan, identitas masih diuji.
Larasati Wijaya · Jumat, 11 September 2026 · 13.42 WIB · 228 rb pembaca

SELAT SUNDA — Pencarian memasuki hari ketiga. Lima awak — jurnalis dan kru speed boat — hilang kontak di perairan sekitar Anak Krakatau. Panglima memerintahkan TNI AL memperluas radius. KRI Kerambit sudah di area. Tim SAR menambah kapal cepat.
Yang sudah ada di tangan pencari: satu rompi pelampung. Yang belum: kepastian nama. Identifikasi masih berjalan. Keluarga menunggu di darat, menolak spekulasi sebelum laboratorium selesai.
Cuaca saat hilang kontak
BMKG merilis kondisi sekitar gunung saat perahu terakhir terlacak: gelombang tidak ekstrem, tetapi arus di selat itu cepat berubah arah. Anak Krakatau tetap aktif. Itu bukan alasan untuk menunda pelayaran — dan justru itu yang membuat investigasi lebih rumit: cuaca bisa jadi faktor, bisa jadi bukan.
Laut di sini tidak menunggu izin siaran pers. Yang kami minta hanya satu: jangan hentikan kapal sebelum malam.
Kilat menyusun berita ini dari laporan terbuka CNN Indonesia dan konfirmasi posko. Nama korban tidak kami tayangkan sampai keluarga yang berhak berbicara. Yang kami tayangkan: peta radius, waktu hilang kontak, dan siapa yang memegang komando pencarian.



