Arus peti kemas di Tanjung Priok naik, tapi biaya dwelling time belum turun
Volume ekspor pabrik Jawa meningkat. Antrian di dermaga justru lebih panjang. Importir menuding dokumen. Operator menuding cuaca dan slot kapal.
Sinta Maharani · Rabu, 9 September 2026 · 11.30 WIB · 56 rb pembaca

JAKARTA — Angka resmi pelabuhan menunjukkan kenaikan arus peti kemas. Angka tidak resmi di grup importir menunjukkan hal lain: kontainer menginap lebih lama dari target kementerian. Dua fakta itu hidup berdampingan di Priok sejak Agustus.
Operator menyebut kepadatan musiman plus pergeseran jadwal kapal induk. Pengguna jasa menyebut sistem dokumen yang masih bolak-balik antara bea cukai dan gudang. Kilat meninjau dua terminal: yang satu lancar, yang satu antre sampai malam.
Bukan hanya cuaca
Cuaca memang buruk di beberapa hari. Tetapi dwelling time tidak hanya soal hujan. Ia soal jam kerja inspeksi, soal truk yang tidak boleh masuk di jam tertentu, dan soal slot yang dijual lebih cepat daripada lapangan yang tersedia.
Kementerian menjanjikan rapat koordinasi minggu depan. Janji serupa sudah dikeluarkan bulan lalu. Pelaku usaha meminta yang lebih sederhana: jam layanan yang bisa dipegang, bukan rapat baru.



