PLTS atap industri jalan, insentif netto-metering masih macet di aturan turunannya
Pabrik di Jawa memasang panel karena hitungan listrik, bukan karena pidato transisi. Yang menahan laju lebih cepat: aturan main kelebihan daya yang belum selesai.
Hana Ramadhani · Senin, 7 September 2026 · 09.20 WIB · 32 rb pembaca

KARAWANG — Di atap pabrik komponen otomotif, deretan panel sudah bekerja sejak April. Manajer energi pabrik itu tidak bicara net-zero. Ia bicara selisih tagihan. “Kalau lebih murah dan tidak padam, kami pasang.”
Asosiasi pengguna listrik industri menyebut antrian pemasangan memanjang. Kendalanya bukan barang. Kendalanya izin interkoneksi dan ketidakjelasan harga kelebihan daya yang dikembalikan ke jaring.
Transisi yang diam
Pemerintah mengumumkan target kapasitas. Di lapangan, yang menentukan adalah PLN daerah, pengurus kawasan industri, dan konsultan yang bisa membaca peraturan yang masih berganti. Kilat menemui tiga pengembang: dua antre, satu mundur.
Kementerian ESDM menjanjikan aturan turunan sebelum akhir kuartal. Industri meminta tanggal, bukan kuartal. Tanpa itu, kata mereka, bank tidak mau membiayai atap yang payback-nya tidak bisa dihitung.



